Sabtu, 13 Agustus 2011

Fakta Dari Dapur

Pic from here
Dari sekian banyak penyebab bumi kita ini mengalami pemanasan global ada satu penyebab yang tidak bisa dianggap sepele, yaitu sampah. Bukan cuma sampah yang berasal dari pabrik-pabrik dan mengandung limbah B3 (Bahan Beracun dan Berbahaya) saja yang berbahaya. Faktanya, sampah yang berasal dari dapur kita atau sampah rumah tanggalah yang justru mengkhawatirkan. Nah, maka dari itu. Coba deh perhatikan dapur kita, siapa tahu ada yang bisa kita lakukan untuk mengurangi sampah rumah tangga yang sudah menumpuk.



1. Kemasan Sachet.





Pic from here

Walaupun lebih praktis dan ringkas, kemasan sachet justru tidak ramah lingkungan. Karena dengan menggunakan produk dalam kemasan sachet akan lebih banyak menimbulkan sampah. Berbeda kalau kita menggunakan produk dalam kemasan botol/kaleng yang bisa diisi ulang. Selain hemat, ramah lingkungan pula.


2. Packaging.
Pic from here and here
Sebisa mungkin, hindari mengemas makanan dalam kemasan makanan yang susah diurai. Seperti polystyrene atau styrofoam. Karena dengan mengurangi penggunaan kemasan-kemasan tersebut maka secara tidak langsung kita juga mengurangi volume sampah sulit terurai yang menumpuk.


3. Tisu.
Pic from here
Mengurangi penggunaan tisu adalah awal yang baik untuk menyelamatkan hampir 27.000 pohon yang ditebang setiap harinya untuk produksi bahan sekali pakai tersebut. Jadi, daripada menggunakan tisu, lebih baik kembali menggunakan serbet makan yang lebih ramah lingkungan.


4. Fast Food.





Pic from here

Daripada memesan makanan dari restoran cepat saji yang biasanya menggunakan wadah sekali pakai dan sendok/garpu plastik yang juga sekali pakai, bukankah lebih baik kalau kita memasak sendiri makanan yang akan kita makan? Akan lebih sehat dan ramah lingkungan. Tetapi, jika memang terpaksa harus memesan makanan dari restoran fast food, coba deh cari restoran yang memang peduli terhadap lingkungan.


5. Tas belanja.





Pic from here

Jika mau berbelanja banyak untuk kebutuhan dapur. Cobalah membiasakan diri untuk membawa tas belanja sendiri dari rumah. Daripada harus membawa belanjaan yang banyak dengan kantong plastik, lebih baik mengurangi penggunaannya dengan membawa tas belanja sendiri. Atau, jika barang-barang yang dibeli terlalu banyak cobalah minta kepada pihak supermarket untuk mengemas barang belanjaan kita dengan kardus.


6. Teh celup.
Pic from here
Ternyata pembungkus yang digunakan untuk teh celup menggunakan bahan yang susah hancur, karena ada kandungan plastiknya. Mungkin, beberapa orang berpikir kalau teh celup bisa digunakan beberapa kali. Tapi sebenarnya pemikiran tersebut salah besar. Sebenarnya, teh celup hanya boleh dipakai sekali dan tidak boleh diseduh lebih dari 2 menit. Semua itu karena pembungkus teh celup yang memang didesain sekali pakai. Jadi, daripada boros menggunakan teh celup yang cuma sekali pakai, lebih baik pakai teh seduh saja.


Sebenarnya, masih banyak yang bisa kita lakukan untuk mengurangi volume sampah yang dihasilkan dapur kita. Coba deh perhatikan sekeliling kita, hal yang kecil pun bisa sangat membantu. Asalkan kita lebih peduli lagi terhadap lingkungan. Keep spirit! 

@DhevyAriani

Tidak ada komentar:

Posting Komentar